Rabu, 22 Mei 2013

SKRIPSI FKIP PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISION) TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN




PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISION) TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
(Studi Komparasi Terhadap Metode Ceramah Di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2011-2012)
Skripsi
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan













ABSTRAK
Khaerul Anwar NIM 2008150081 judul Penggunaan Model Pembelajaran Tipe STAD (Student Teams Achivement Division) Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan (Studi Komparasi Terhadap Metode Ceramah Di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2011-2012)

Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk membuktikan pentingnya gambaran-gambaran mengenai penggunaan pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar pendidikan kewarganegaraan peserta didik.Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas VII SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan. Indikator adalah skor yang diperoleh peserta didik melalui tes pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Alat pengumpulan data Peneliti menggunakan tes hasil belajar pendidikan kewarganegaraan.
Dalam penelitian ini uji normalitas skor kelompok peserta didik yang mendapat pembelajaran model tipe STAD diperoleh harga = 0,1179 dan untuk pembelajaran ceramah L0 = 0,0881, sedangkan  Ltabel untuk kedua kelompok adalah = 0,1401yang berarti populasi berdistribusi normal. Untuk  harga hitung-0,0186 dan abel3,841 yang berarti kedua sample homogen.
Dari hasil penelitian ini diperoleh, peserta didik yang berasal dari kelompok pembelajaran kooperatif rata-rata seluruhnya 64 dengan standart deviasi 13,32dan peserta didik yang mendapat pembelajaran konvensional dengan rata-rata skor seluruhnya 53,75dengan standard deviasi 13,44.
Dari hasil perhitungan didapat harga thitung = 0,55 dan ttabel = 1,997 berarti thitung  ttabel maka hipotesis diterima. Dengan perkataan lain data menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar pendidikan kewarganegaraan peserta didik  di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbandingan positif hasil belajar antara model pembelajaran tipe STAD dan metode Ceramah. Dan dalam hal ini model pembelajaran tipe STAD lebih di unggulkan.

Kata Kunci : Model pembelajaran Tipe STAD, metode Ceramah, hasil Belajar
 



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan sebagai suatu upaya untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berdedikasi tinggi memerlukan suatu pendukung yaitu mutu pendidikan.Mutu pendidikan di Indonesia saat ini masih cenderung rendah bila dibandingkan dengan negara-negara maju di dunia.Penelitian-penelitian yang telah dilakukan menjelaskan bahwa rendahnya mutu pendidikan saat ini berkaitan erat dengan rendahnya motivasi peserta didik dalam belajar.
Pendidikan kewarganegaraan adalah salah satu cabang dari Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Ilmu yang digolongkan ke dalam ilmu-ilmu dasar yaitu bagian ilmu manusia yang diperlukan untuk memahami ilmu-ilmu lain. Selain itu pembelajaran Pendidikan kewarganegaraan mencakup pemahaman terhadap proses pemahaman kognitif, efektif dan psikomotorik.
1
Mata pelajaran Pendidikan kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik memahami konsep Pendidikan kewarganegaraan.  Pendidikan kewarganegaraan diarahkan untuk mencari tahu dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik pada pemahaman yang lebih mendalam. Pemahaman yang benar dan mendalam terhadap ilmu Pendidikan kewarganegaraan akan sangat mempengaruhi hasil belajar peserta didik.
Tujuan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan yang terdapat dalam kurikulum 2006 (depdiknas 2006: 20 ) adalah sebagai berikut :
Mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1.      berpikir secara kritis,rasional dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan.
2.      berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat,berbangsa,bernegara serta anti korupsi.
3.      berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk didri karakter-karakter masyrakat indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lain.
4.      berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.[1]
Berdasarkan tujuan di atas, maka peranan guru Pendidikan kewarganegaraan sangatlah penting. Guru di tuntut untuk meningkatkan daya nalar atau berfikir peserta didik terhadap materi Pendidikan kewarganegaraan. Guru berfungsi sebagai fasilitator yang membimbing dan mengarahkan peserta didik dalam kegiatan belajar. Peserta didik diharapkan lebih aktif dalam  mencari informasi mempelajari suatu konsep Pendidikan kewarganegaraan.
Namun kenyataan yang dijumpai di lapangan masih terdapat kesenjangan  antara apa yang diharapkan dengan kenyataan. Guru masih terlihat lebih aktif sebagai pemberi materi pembelajaran kepada peserta didik. Guru berusaha menjelaskan seluruh materi yang sejelas-jelasnya dengan harapan peserta didik dapat dengan cepat memahami materi  sesuai dengan target kurikulum, sehingga materi pelajaran setiap semester selesai dengan mengabaikan aspek proses, psikomotor dan efektif peserta didik. Menggunakan strategi yang baik dan menarik akan melahirkan interaksi belajar Untuk mencapai tujuan pembelajaran Pendidikan kewarganegaraan sebagaimana yang tercantum dalam kurikulum, tidak cukup hanya dengan mengunakan model pembelajarn konvensional atau tradisional, tetapi juga harus menggunakan model pembelajaran yang inovatif yang berdasarkan pada teori pembelajaran kontruktivisme. Salah satu model pembelajaran yang berdasarkan pada teori pembelajaran kontruktivisme adalah pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning).
Berdasarkan alasan-alasan  di atas dalam penelitian ini akan  diterapkan salah satu strategi pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Strategi pembelajaran yang diterapkan yaitu, strategi pembelajaran kooperatif, serta akan dikaji pengaruhnya terhadap hasil belajar Pendidikan kewarganegaraan yanng dibandingkan dengan metode Ceramah.           Pembelajaran kooperatif merupakan strategi alternatif untuk mencapai tujuan yang antara lain berupaya untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam bekerja sama, berfikir kritis dalam meningkan hasil belajarnya. Di samping itu pembelajaran kooperatif dapat membantu peserta didik memahami konsep-konsep IPS yang sulit yang sangat berguna untuk menumbuhkan kemampuan kerjasama dan kemauan membantu teman. Menurut Lundgren dalam Aisyah (2000: 1) sebagai berikut: “Pembelajaran kooperatif memiliki dampak terhadap peserta didik yang rendah hasil belajarnya karena peserta didik yang rendah hasil belajarnya dapat meningkatkan motivasi belajar yang lebih giat lagi dan mendapatkan materi pelajaran dalam waktu yang lebih lama”. 
Pembelajaran kooperatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran tipe STAD (Student Team Aschivemen Division). Penerapan strategi pembelajaran tipe STAD ini di dalam pembelajarannya dilaksanakan melalui persiapan, persentase kelas, kegiatan kelompok, melaksanakan evaluasi. Penghargaan diberikan  kepada kelompok dan menghitung ulang skor dasar dan perubahan pada kelompok dan penghargaan kepada individu sebagai motivasi kepada peserta didik sehingga dapat peningkatan hasil belajar peserta didik tersebut.
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis ingin mengadakan penelitian tentang “Penggunaan Model Pembelajaran Tipe STAD Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan(Studi Komparasi Terhadap Metode Ceramah di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2011-2012)”.
B.     Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas dapat ditempuh dengan menjawab berbagai permasalahan, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Hasil belajar pendidikan kewarganegaraan peserta didik masih belum sesuai denganapayangdiharapkan dan kemampuan kewarganegaraan peserta dididk masih tergolong rendah.
2.      Peserta didik cenderung pasif dalam proses pembelajaran.
3.      Motivasi peserta didik dalam belajar masih rendah.
4.      Tidak dapat dipastikan bahwa suatu model pembelajaran yang ada akan selalu berhasil dan efektif untuk diterapkan pada semua peserta didik dan pada setiap pokok bahasan.
C.    Pembatasan Masalah
Agar penelitian ini lebih terarah, jelas dan tidak meluas.Maka peneliti membatasi masalah ini, yaitu hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan peserta didik yang diberi model pembelajaran tipe STAD dan metode ceramah pada pokok bahasan kemerdekaan mengemukakan pendapat.
D.    Perumusan Masalah
Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah: “Apakah terdapat perbedaan hasil belajar pendidikan kewarganegaraan  antara peserta didik yang menggunakan model pembelajaran tipe STAD dengan metode ceramah di kelas VII SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan?”
E.     Tujuan Penelitian
Adapun tujuan  dalam penelitian ini adalah:
”Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan penggunaan metode  pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran tipe STAD dengan metode ceramah  terhadap  hasil  belajar   Pendidikan kewarganegaraan  di  Kelas VII SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan.

F.     Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfat-manfaat sebagai berikut :
1.      Bersifat Teoritis
a.       Sebagai salah satu reverensi untuk mendukung efektivitas pemberian pembelajaran dengan model pembelajaran tipe STAD ataupun metode ceramah
b.      Untuk menambah wawasan dalam bidang pendidikan khususnya model mengajar pada pembelajaran kewarganegaraan.
2.      Bersifat Praktis
a.       Bagi Peneliti
Menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan peneliti khususnya yang terkait dengan penelitian yang menggunakan model pembelajaran tipe STAD.
b.       Bagi Guru
Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi atau masukkan tentang model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.
c.       Bagi Peserta didik
Dapat menumbuhkan semangat kerjasama antar pesereta didik, meningkatkan motivasi dan daya tarik peserta didik terhadap pendidikan kewarganegaraan sebagai upaya meningkatkan hasil belajar pendidikan  kewarganegaraan


[1]Undang-Undang SISDIKNAS Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pokus Sindo Mandiri,Bandung,2011.hal 1


Seluruh materi makalah, skripsi versi lengkap dalam format MS-WORD (*.Doc) BUKAN *.pdf, jadi bisa di edit, Mulai Bab I s/d Bab V dan Daftar Pustaka, bisa anda miliki segera. Semua itu anda bisa dapatkan secara Cuma-Cuma alias GRATISSSSSS. Anda hanya mengganti biaya pengetikan sebesar

Rp. 150.000,- per judul
untuk melakukan pemesanan bisa kirim email ke
warsito.anto233@gmail.com

Harga diatas kami anggap sama dengan jasa pengetikan jika anda menggunakan jasa pengetikan lain. Untuk konten tentu kami berikan GRATISSSSS.

Lakukan transfer jasa pengetikan ke

Bank BRI
No. 0919-01-025894-53-8

a.n. AHMAD TAUFIQ








Tidak ada komentar:

Posting Komentar