PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISION) TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN
(Studi Komparasi Terhadap
Metode Ceramah Di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2011-2012)
Skripsi
Diajukan
untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
Guna
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
ABSTRAK
Khaerul Anwar NIM 2008150081 judul Penggunaan
Model Pembelajaran Tipe STAD (Student
Teams Achivement Division) Terhadap Hasil Belajar Pendidikan
Kewarganegaraan (Studi Komparasi Terhadap Metode Ceramah Di SMP Negeri 9 Kota
Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2011-2012)
Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk
membuktikan pentingnya gambaran-gambaran
mengenai penggunaan pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar pendidikan kewarganegaraan peserta
didik.Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas VII SMP Negeri 9
Kota Tangerang Selatan. Indikator adalah skor yang diperoleh peserta didik
melalui tes pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Alat pengumpulan data
Peneliti menggunakan tes hasil belajar pendidikan kewarganegaraan.
Dalam penelitian ini uji
normalitas skor kelompok peserta didik yang mendapat pembelajaran model tipe STAD diperoleh harga
= 0,1179
dan
untuk pembelajaran ceramah L0 = 0,0881, sedangkan Ltabel untuk kedua kelompok adalah
= 0,1401yang berarti populasi
berdistribusi normal. Untuk harga
hitung-0,0186 dan
abel3,841 yang berarti kedua
sample homogen.
Dari hasil penelitian ini
diperoleh, peserta didik yang berasal dari kelompok pembelajaran kooperatif
rata-rata seluruhnya 64 dengan
standart deviasi 13,32dan peserta
didik yang mendapat pembelajaran konvensional dengan rata-rata skor seluruhnya 53,75dengan standard deviasi 13,44.
Dari hasil perhitungan
didapat harga thitung = 0,55 dan ttabel = 1,997 berarti thitung
ttabel
maka hipotesis diterima. Dengan perkataan lain data menunjukkan bahwa strategi
pembelajaran kooperatif tipe STAD
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar pendidikan
kewarganegaraan peserta didik di SMP Negeri 9 Kota Tangerang Selatan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada
perbandingan positif hasil belajar antara model pembelajaran tipe STAD dan metode Ceramah. Dan dalam hal
ini model pembelajaran tipe STAD
lebih di unggulkan.
Kata Kunci :
Model pembelajaran Tipe STAD, metode Ceramah, hasil Belajar
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Pendidikan sebagai suatu upaya untuk membentuk
sumber daya manusia yang berkualitas dan berdedikasi tinggi memerlukan suatu
pendukung yaitu mutu pendidikan.Mutu pendidikan di Indonesia saat ini masih
cenderung rendah bila dibandingkan dengan negara-negara maju di
dunia.Penelitian-penelitian yang telah dilakukan menjelaskan bahwa rendahnya
mutu pendidikan saat ini berkaitan erat dengan rendahnya motivasi peserta didik
dalam belajar.
Pendidikan kewarganegaraan adalah salah satu cabang dari
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Ilmu yang digolongkan ke dalam ilmu-ilmu dasar yaitu
bagian ilmu manusia yang diperlukan untuk memahami ilmu-ilmu lain. Selain itu
pembelajaran Pendidikan kewarganegaraan mencakup pemahaman terhadap proses
pemahaman kognitif, efektif dan psikomotorik.
1
|
Tujuan mata
pelajaran pendidikan kewarganegaraan yang terdapat dalam kurikulum 2006
(depdiknas 2006: 20 ) adalah sebagai berikut :
Mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik
memiliki kemampuan sebagai berikut:
1.
berpikir secara kritis,rasional dan kreatif dalam menanggapi isu
kewarganegaraan.
2.
berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dan bertindak secara
cerdas dalam kegiatan bermasyarakat,berbangsa,bernegara serta anti korupsi.
3.
berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk didri
karakter-karakter masyrakat indonesia agar dapat hidup bersama dengan
bangsa-bangsa lain.
4.
berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara
langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan
komunikasi.[1]
Berdasarkan tujuan di atas, maka peranan guru Pendidikan
kewarganegaraan sangatlah penting. Guru di tuntut untuk meningkatkan daya nalar
atau berfikir peserta didik terhadap materi Pendidikan kewarganegaraan.
Guru berfungsi sebagai fasilitator yang membimbing dan mengarahkan peserta
didik dalam kegiatan belajar. Peserta didik diharapkan lebih aktif dalam mencari informasi mempelajari suatu konsep
Pendidikan kewarganegaraan.
Namun kenyataan yang dijumpai di
lapangan masih terdapat kesenjangan
antara apa yang diharapkan dengan kenyataan. Guru masih terlihat lebih
aktif sebagai pemberi materi pembelajaran kepada peserta didik. Guru berusaha
menjelaskan seluruh materi yang sejelas-jelasnya dengan harapan peserta didik
dapat dengan cepat memahami materi
sesuai dengan target kurikulum, sehingga materi pelajaran setiap
semester selesai dengan mengabaikan aspek proses, psikomotor dan efektif peserta
didik. Menggunakan strategi yang baik dan menarik akan melahirkan interaksi
belajar Untuk mencapai tujuan pembelajaran Pendidikan kewarganegaraan
sebagaimana yang tercantum dalam kurikulum, tidak cukup hanya dengan mengunakan
model pembelajarn konvensional atau tradisional, tetapi juga harus menggunakan
model pembelajaran yang inovatif yang berdasarkan pada teori pembelajaran
kontruktivisme. Salah satu model pembelajaran yang berdasarkan pada teori
pembelajaran kontruktivisme adalah pembelajaran kooperatif (Cooperative
Learning).
Berdasarkan alasan-alasan
di atas dalam penelitian ini akan
diterapkan salah satu strategi pembelajaran yang diharapkan dapat
meningkatkan kualitas pembelajaran. Strategi pembelajaran yang diterapkan
yaitu, strategi pembelajaran kooperatif, serta akan dikaji pengaruhnya terhadap
hasil belajar Pendidikan kewarganegaraan yanng dibandingkan dengan metode Ceramah.
Pembelajaran kooperatif
merupakan strategi alternatif untuk mencapai tujuan yang antara lain berupaya
untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam bekerja sama, berfikir kritis
dalam meningkan hasil belajarnya. Di samping itu pembelajaran kooperatif dapat
membantu peserta didik memahami konsep-konsep IPS yang sulit yang sangat
berguna untuk menumbuhkan kemampuan kerjasama dan kemauan membantu teman.
Menurut Lundgren dalam Aisyah (2000: 1) sebagai berikut: “Pembelajaran
kooperatif memiliki dampak terhadap peserta didik yang rendah hasil belajarnya
karena peserta didik yang rendah hasil belajarnya dapat meningkatkan motivasi
belajar yang lebih giat lagi dan mendapatkan materi pelajaran dalam waktu yang
lebih lama”.
Pembelajaran kooperatif
yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pembelajaran tipe STAD
(Student Team Aschivemen Division). Penerapan strategi pembelajaran tipe
STAD ini di dalam pembelajarannya dilaksanakan melalui persiapan, persentase
kelas, kegiatan kelompok, melaksanakan evaluasi. Penghargaan diberikan kepada kelompok dan menghitung ulang skor
dasar dan perubahan pada kelompok dan penghargaan kepada individu sebagai
motivasi kepada peserta didik sehingga dapat peningkatan hasil belajar peserta
didik tersebut.
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis ingin
mengadakan penelitian tentang “Penggunaan Model Pembelajaran Tipe STAD Terhadap Hasil Belajar Pendidikan
Kewarganegaraan(Studi Komparasi
Terhadap Metode Ceramah di SMP Negeri 9 Kota
Tangerang Selatan Tahun Pelajaran
2011-2012)”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka
untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas dapat ditempuh dengan
menjawab berbagai permasalahan, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Hasil
belajar pendidikan
kewarganegaraan peserta didik masih belum sesuai denganapayangdiharapkan dan
kemampuan kewarganegaraan peserta dididk masih tergolong rendah.
2. Peserta
didik cenderung pasif dalam proses pembelajaran.
3. Motivasi
peserta didik dalam belajar masih rendah.
4. Tidak
dapat dipastikan bahwa suatu model pembelajaran yang ada akan selalu berhasil
dan efektif untuk diterapkan pada semua peserta didik dan pada setiap pokok
bahasan.
C.
Pembatasan Masalah
Agar
penelitian ini lebih terarah, jelas dan tidak meluas.Maka peneliti membatasi
masalah ini, yaitu hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan peserta didik yang
diberi model pembelajaran tipe STAD dan
metode ceramah pada pokok bahasan kemerdekaan
mengemukakan pendapat.
D. Perumusan
Masalah
Yang menjadi
masalah dalam penelitian ini adalah: “Apakah terdapat perbedaan
hasil belajar pendidikan kewarganegaraan antara
peserta didik yang menggunakan model pembelajaran tipe STAD dengan metode
ceramah di kelas VII SMP Negeri 9
Kota Tangerang Selatan?”
E. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah:
”Untuk mengetahui apakah terdapat
perbedaan penggunaan metode pembelajaran yang menggunakan model
pembelajaran tipe STAD dengan metode
ceramah terhadap hasil
belajar Pendidikan
kewarganegaraan di Kelas VII SMP Negeri 9 Kota Tangerang
Selatan.
F.
Manfaat Penelitian
Dalam
penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfat-manfaat sebagai berikut :
1. Bersifat
Teoritis
a. Sebagai
salah satu reverensi untuk mendukung efektivitas pemberian pembelajaran dengan
model pembelajaran tipe STAD ataupun
metode ceramah
b. Untuk
menambah wawasan dalam bidang pendidikan khususnya model mengajar pada
pembelajaran kewarganegaraan.
2. Bersifat
Praktis
a. Bagi
Peneliti
Menambah
wawasan pengetahuan dan keterampilan peneliti khususnya yang terkait dengan
penelitian yang menggunakan model pembelajaran tipe STAD.
b. Bagi
Guru
Penelitian
ini dapat digunakan sebagai bahan referensi atau masukkan tentang model
pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.
c. Bagi
Peserta didik
Dapat menumbuhkan semangat kerjasama antar pesereta didik, meningkatkan
motivasi dan daya tarik peserta didik terhadap pendidikan kewarganegaraan sebagai upaya meningkatkan
hasil belajar pendidikan
kewarganegaraan
[1]Undang-Undang SISDIKNAS Republik Indonesia
Nomor 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pokus Sindo
Mandiri,Bandung,2011.hal 1
Seluruh materi makalah, skripsi versi lengkap dalam format MS-WORD (*.Doc) BUKAN *.pdf, jadi bisa di edit, Mulai Bab I s/d Bab V dan Daftar Pustaka, bisa anda miliki segera. Semua itu anda bisa dapatkan secara Cuma-Cuma alias GRATISSSSSS. Anda hanya mengganti biaya pengetikan sebesar
Rp. 150.000,- per judul
Rp. 150.000,- per judul
untuk melakukan pemesanan bisa kirim email ke
warsito.anto233@gmail.com
warsito.anto233@gmail.com
Harga diatas kami anggap sama dengan jasa pengetikan jika anda
menggunakan jasa pengetikan lain. Untuk konten tentu kami berikan
GRATISSSSS.
Lakukan transfer jasa pengetikan ke
Bank BRI
No. 0919-01-025894-53-8
a.n. AHMAD TAUFIQ
Lakukan transfer jasa pengetikan ke
Bank BRI
No. 0919-01-025894-53-8
a.n. AHMAD TAUFIQ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar