SISTEM
PENGGAJIAN PADA MTs MUHAMMADIYAH 1
CIPUTAT
Tugas Akhir
Diajukan
Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan
Mencapai
Gelar Diploma III
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Era
reformasi dan dampak persaigan globalisasi mendorong percepatan perubahan
perbaikan kinerja aparatur pemerintah. Aparatur pemerintah dituntut bekerja
lebih profesional, bermoral, bersih dan beretika dalam mendukung reformasi
birokrasi dan menunjang kelancaran tugas pemerintah dan pembangunan. Pemerintah
setiap tahun meningkatkan anggaran gaji pegawai dalam anggaran pendapatan dan
belanja negara, hal ini merupakan upaya untuk meningkatkan profesionalisme
Pegawai Negri Sipil agar dapat menjalankan tugas pelayanan yang lebih
responsiv, tepat waktu dan berkualitas. Hal ini dilakukan untuk perbaikan
kualitas hidup dan terciptanya sistem kesejahteraan Pegawai Negri Sipil yang
dapat mendorong motivasi kerja.
|
Fenomena
penggajian tentu saja kerap menjadi sorotan dan perhatian, baik diantara
masyarakat luas, maupun di media cetak atau elektronik, yang bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran pemerintah dan masyarakat pada umumnya untuk segera
melakukan berbagai upaya untuk mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tapi apa yang tejadi? kenyataan memberikan bukti bahwa, situasi yang sama ini
selalu berlanjut dari tahun ke tahun, masa ke masa, tanpa ada perubahan yang
cukup signifikan untuk memperbaiki dan meningkatkan laju ekonomi dan menekan
laju kemiskinan, yang saat ini malahan terlihat lebih cepat dibanding
perekonomian dan stabilitas negara.
Pembayaran
gaji merupakan faktor pendukung utama dalam peningkatan motivasi kerja pegawai,
karena dengan adanya pemberian gaji yang sesuai ketentuan, dibayarkan tepat
waktu dan dalam jumlah yang benar sesuai dengan ketentuan, maka semangat kerja
pegawai akan meningkat karena adanya kepercayaan bahwa hak – hak pegawai
terpenuhi, sehingga mereka merasa tenang dan dapat berkonsentrasi untuk bekerja
sebaik mungkin.
Dalam
mewujudkan misi dan visi perusahaan maka organisasi dapat memanfaatkan sumber
daya manusia yang dimilikinya seoptimal mungkin, supaya dapat memberikan ‘added 21value’ bagi organisasi
tersebut. Oleh karena itu untuk mewujudkannya, diperlukan SDM yang terampil dan
handal di bidangnya. Salah satu cara untuk mengembangkan sumber daya manusia
dalam perusahaan yaitu dengan jalan meningkatkan kompetensi individu karyawan
pada perusahaan tersebut. Kata kunci dalam mengembangkan kompetensi karyawan
adalah rekayasa perilaku/behaviour engineering tenaga kerja. Rekayasa perilaku
mengandung makna tersirat bahwa perilaku dapat diubah dan diperbaiki. Untuk
mencapai pengembangan perilaku harus dilakukan secara sadar, yaitu melalui
proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sistem. Dari uraian di atas dapat
disimpulkan bahwa pengembangan sumbert daya manusia adalah usaha meningkatkan
kemampuan teknis, teoritis, konseptual dan moral pegawai yang sesuai dengan
kebutuhan pekerjaan atau jabatan dalam suatu perusahaan.
Sistem
penggajian yang baik juga sangat dibutuhkan oleh setiap Perusahaan. Penggajian
merupakan masalah yang komplek, sehingga perusahaan harus menyusun suatu aturan
tentang penerapan penggajian yang baik dan benar sesuai dengan prosedur yang
berlaku. Dengan demikian hal ini di harapkan bisa mengurangi resiko kecurangan
atau penyelewengan.
Walaupun
saat ini telah dibuat sistem peningkatan/kenaikan upah dengan penyetaraan
nominal yang diterima di tiap daerah, atau yg dikenal dengan penyetaraan upah
minimum regional (UMR) tapi
tetap saja, upah pokok/ basic/ dasar untuk suatu nominal yang diterima belum
mencukupi standar kebutuhan untuk tiap individu masyarakat pada umumnya.
Contohnya adalah UMR suatu daerah, untuk pekerja pabrik yang total besarnya
mencapai 700 ribuan (dengan estimasi upah pokok: 500rb, overtime, transport dll: 200rb-an), tetaplah tidak mampu dipakai untuk
mencukupi seluruh kebutuhan pekerja tersebut. Terlebih lagi, jika si pekerja itu adalah seorang individu yang telah
berkeluarga dan memiliki anak. Dengan estimasi bahwa, harga sembako yang tiap
tahun mencapai kenaikan sekian persen, (saat ini juga sedang terjadi kenaikan
untuk produk susu di hampir seluruh Indonesia) hal ini tentu saja membuat nilai
upah yang diperoleh menjadi tidak cukup karena nilai nominalnya pun menjadi
berkurang sedikit demi sedikit. Situasi seperti ini tentu saja tidak hanya
mempengaruhi satu faktor upah saja, tapi berimbas juga pada faktor-faktor
penting lainnya seperti faktor menurunnya kualitas kesejahteraan individu,
imbas ke gizi buruk, tingkat kecerdasan, dan faktor sosial lainnya.
Di sistem
penggajian karyawan, kita juga mengenal level atau posisi jabatan. Intinya,
semakin tinggi jabatannya, semakin besar juga nominal gaji yang didapatkan.
Contohnya, seorang individu dengan level atau jabatan sebagai manager, tentu
memiliki gaji berbeda dengan karyawan biasa, dengan jabatan 'hanya karyawan',
entah itu di bagian administrasi, umum, atau yang lainnya. Tetap saja dinilai
dengan nominal standard saja. Mungkin ada yang lebih, tergantung perusahaan,
atau jenis pekerjaannya tapi standar pokoknya biasanya tidak mencapai nilai yang cukup signifikan.
Berbicara
tentang gaji, ternyata hal ini tidak hanya di landa para pekerja kelas bawah
saja. Kenyataan ini juga terjadi di hampir seluruh lapisan pekerja. Bahkan,
yang lebih mengagetkan lagi adalah fakta bahwa para pekerja dengan sebutan
"pahlawan tanpa tanda jasa' pun juga hampir seluruhnya mengalami dampak
ini selama bertahun-tahun. Faktanya lagi, justru permasalahan ini baru menguak
dan terbuka dua tahun belakangan ini. Fenomena ini cukup mengagetkan, karena
selama ini masyarakat hanya menyadari dan melihat dari lapisan luarnya saja
bahwa pribadi guru adalah pribadi yang cukup menyenangkan, pintar, berideologi
tinggi, berpengetahuan luas, tanpa menyadari lapisan paling dalam bahwa setiap
manusia (sosok inipun) juga perlu untuk memenuhi kelangsungan kebutuhan hidup
mereka sendiri. Fakta bahwa gaji guru swasta yang memiliki pengalaman selama
bertahun-tahun pun hanya di hargai dengan nominal tak lebih dari dua juta, dan
guru yang termasuk PNS yang malahan lebih rendah dari itu, membuat fenomena ini
semakin menyedihkan. Bagaimana mungkin seorang sosok yang dianggap bersahaja,
berpengetahuan luas ini hanya dihargai dengan nominal yang bisa dibilang kecil?
Padahal faktanya, sosok inilah satu-satunya sosok yang diharapkan dan
diandalkan untuk mampu memberikan dan membagi ilmu untuk semua generasi
penerus, putra-putri bangsa.
Sebagaimana
dimaklumi bersama bahwa masalah penggajian Pegawai negri atau pegawai swasta
merupakan hal yang sangat sensitif dan mempunyai dampak politis yang sangat
luas bagi penyelenggaraan pemerintah. Oleh karena itu masalah penggajian memerlukan
penanganan yang baik, tertib, dan teratur pada setiap bagian yang terkait, baik
dalam bagian kepegawaian sebagai sumber data maupun bagian keuangan
dilingkungan kerja yang bersangkutan. Kesalahan dalam melakukan pembayaran gaji
pegawai dapat berakibat tuntutan ganti rugi atau perdata oleh pihak – pihak
yang dirugikan dalam keadaan tersebut perlu diadakan suatu penanganan yang
dapat dijadikan kontrol bagi sistem penggajian pegawai. Salah satunya yaitu
dengan dilakukannya pengendalian intern yang baik, sehingga kemungkinan –
kemungkinan buruk yang bisa terjadi seperti terjadinya kesalahan, kecurangan,
dan penipuan serta penggelapan yang dilakukan pegawai dapat diminimalkan.
Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam meminimalkan penyalahgunaan anggaran yang
menyebabkan sasaran dan tujuan pembangunan tidak tercapai secara maksimal,
dengan gaji yang cukup kepada aparatur Negara dapat mencegah praktek- praktek
korupsi, kolusi, dan nepotisme, dan pelaksanaan peraturan – peraturan yang
memberikan sanksi yang tegas terhadap praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.
Undang – undang dibidang keuangan negara membawa implikasi perlunya sistem
pengelolaan keuangan negara yang lebih akuntabel dan transparan.
Walaupun
telah diketahui banyak kritikan terhadap berbagai macam sistem penggajian dan
perubahaannya dari waktu ke waktu. Tetapi pada saat yang sama sejumlah besar
organisasi dan perusahaan baik dari sektor publik maupun swasta berupaya untuk
menemukan cara-cara baru guna mengkaitkan secara lebih langsung antara kinerja
organisasional, kontribusi individual dan penggajian. Sehingga muncullah
istilah-istilah seperti gaji baru, gaji strategis, penggajian berdasar
kontribusi dan strategi penghargaan alternatif yang tampil begitu dominan di
berbagai buku dan artikel yang menyarankan alternatif-alternatif desain dan
administrasi penggajian pegawai (Kanter 1989, dkk). Sementara itu Gaji dan upah merupakan balas jasa yang
di berikan perusahaan kepada karyawan besarnya harus sesuai dengan peraturan
dan prosedur yang ada. Sistem dan prosedur penggajian dan pengupahan setiap
perusahaan memiliki kelebihan dan kekurangan dengan melihat dari pratek serta
peristiwa-peristiwa yang sering terjadi, sehingga kemudian dilakukan
perbaikanperbaikan baik pada organisasi yang terkait, tugas dan fungsinya
bahkan terhadap sistem dan prosedur itu sendiri bila dianggap perlu.
MTs
Muhammadiyah 1 Ciputat merupakan salah satu pendididkan yang
berbasis islami di Indonesia saat ini juga tengah berbenah dalam rangka
memperbaiki kualitas pada sekolahnya. Hal ini dilaksanakan terutama untuk
memperbaiki performa dalam sekolah tersebut dalam rangka mempersiapkan diri ke
arah yang lebih baik. Aktivitas sekolah ini
dalam sistem penggajian berjalan dengan baik, maka sudah selayaknya
sekolah ini melakukan penerapan sistem penggajian yang benar dan keterpaduan
dari berbagai fungsi yang terkait, sehingga diharapkan dapat mengatasi adanya
resiko kecurangan dan penyelewengan terhadap sistem penggajian. Memperhatikan
hal-hal dan permasalahan tersebut di atas maka penyusunan memilih judul “Sistem
Penggajian Pada MTs Muhammadiyah
1 Ciputat”. Masalah ini
dianggap sangat menarik bagi penyusun untuk mengetahui bagaimana sistem yang
sesuai dengan prosedur dari sistem tersebut, sehingga dapat diketahui
masing-masing dari sistem dan urutan kegiatan kerjanya.
B. Identifikasi
Masalah
Berdasarkan latar belakang dan data
– data yang diperoleh , maka penulis mengidentifikasi sebagai berikut :
1. Sistem
penghitungan gaji pegawai pada MTs Muhammadiyah 1 Ciputat belum berjalan dengan baik.
2. Sistem
penyetoran gaji pegawai pada MTs Muhammadiyah 1 Ciputat belum sesuai dengan prosedur yang ada.
C.
Pembatasan Masalah
Dalam penelitian ini, penulis perlu membatasi
masalah, agar permasalahan yang diteliti tidak terlalu meluas, yaitu penelitian
hanya difokuskan kepada perhitungan dan
penyetoran gaji pegawai pada MTs Muhammadiyah 1 Ciputat.
1.
Pengertian judul
a.
System menurut
Azhar Susanto (2007 : 24) adalah kumpulan dari system atau bagian komponen
apapun baik phisik atau non phisik yang saling berhubungan satu dengan yang
lainnya dan bekerja sama secara harmonis untuk tujuan tertentu.
b.
Gaji menurut
Arfan Ikhsan (2009 : 155) adalah merupakan pendapatan yang jumlahnya dihitung
pertahun, per bulan, per minggu, sedangkan upah merupakan pendapatan yang
dihitung berdasarkan tarif perjam.
2.
Penelitian
dilakukan di MTs Muhammadiyah 1 Ciputat yang terletak di desa Cimanggis
Kecamatan Ciputat Kab Tangerang.
3.
Waktu penelitian
dilaksanakan pada tanggal 17 september sampai 23 oktober 2012.
4.
Dalam penelitian
ini, pengumpulan data dilakukan dengan cara studi lapangan ke MTs Muhammadiyah
1 Ciputat dan studi keperpustakaan untuk mendapatkan landasan teoritis ,
sehingga data tersebut dapat digunakan untuk mengadakan pendekatan teoritis
terhadap data yang diperoleh dari penelitian.
D. Rumusan
Masalah
Oleh karena itu dirumuskan permasalahan
berkenaan dengan penerapan sistem penggajian sebagai berikut :
1.
Bagaimanakah prosedur
penghitungan dan penyetoran gaji pegawai yang sedang berjalan pada MTs Muhammadiyah
1 Ciputat ?
2.
Tunjangan-tunjangan apa
saja yang di berikan selain gaji pokok
?
3.
Bagaimana penerapan
sistem penggajian pada MTs Muhammadiyah
1 Ciputat .
E. Tujuan
Penulisan Tugas Akhir
Tugas
akhir merupakan suatu kegiatan penelitian untuk menghasilkan suatu karya ilmiah
yang diwajibkan kepada mahasiswa, sebagai salah satu syarat yang harus ditempuh
guna mencapai sebutan Ahli Madya (A. Md) pada Program Diploma Akuntansi. Tujuan
dari penulisan tugas akhir ini adalah:
Tujuan dari penyusunan Tugas Akhir
ini adalah :
1.
Untuk mengetahui Prosedur perhitungan dan penyetoran gaji yang
diterapkan MTs Muhammadiyah 1 Ciputat.
2.
Untuk mendapatkan informasi tentang tunjangan yang diberikan pada guru
dan pegawai MTs Muhammadiyah 1 Ciputat.
3.
Untuk mengetahui
system penggajian yang sedang berjalan di MTs Muhammadiyah 1 Ciputat.
F. Manfaat
Penulisan Tugas Akhir
Adapun
kegunaan pengamatan dalam Tugas Akhir, antara Lain:
1.
Manfaat Praktisi
Bagi MTs Muhammadiyah 1 Ciputat.
Dapat dipakai sebagai salah satu
cara dalam melakukan penyempurnaan sistem penggajian yang berkaitan dengan
pengembangan sumber daya manusia dengan pendekatan terhadap kompetensi individu
dan aspirasi karyawan.
2.
Manfaat Teoritis
a. Bagi
peneliti.
Sebagai
sarana menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan terutama dalam
hal mengembangkan sistem penggajian berbasis kompetensi terhadap karyawan.
b. Bagi
lembaga pendidikan
1) Diharapkan
dapat menambah jumlah perbendaharaan perpustakaan.
2) Sebagai bahan referensi penulisan yang dapat
memberikan sumbangan pemikiran kepada mahasiswa khususnya Universitas Pamulang.
c. Bagi Pembaca
Penelitian ini diharapkan
memberikan informasi tambahan yang berguna bagi pembaca dan dapat memberikan
tambahan pemikiran bagi pihak – pihak yang mempunyai permasalahan yang sama
atau ingin mengadakan penelitian lebih lanjut.
G. Sistematika Penulisan Tugas Akhir
Adapun
yang menjadi sistematika penulisan laporan Tugas Akhir ini :
BAB I :
PENDAHULUAN
Bab
ini menguraikan tentang latar belakang pengambilan judul, identifikasi masalah,
pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan tugas akhir, penggunaan
penulisan tugas akhir, sistematika penulisan tugas akhir.
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Bab
ini berisi tentang pengertian sistem,
pengertian gaji, peranan gaji, fungsi penggajian, tujuan penggajian, dasar hukum, unsure-unsur gaji, potongan-potongan
gaji, dan jenis-jenis gaji.
BAB III : PEMBAHASAN DAN HASIL
Bab
ini membahas tentang gambaran secara umum dari perusahaan tempat dilakukannya
penelitian, diantaranya membahas tentang sejarah umum MTs Muhammadiyah 1
ciputat, struktur organisasi MTs Muhammadiyah 1 Ciputat, aktivitas , serta visi
dan misi MTs Muhammadiyah 1 Ciputat.
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN
Berisi
mengenai kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan pada bab sebelumnya,
serta saran-saran yang disampaikan oleh penulis dalam hal sistem akuntansi
penggajian MTs Muhammadiyah 1 Ciputat yang dilakukan Managemen ini berisikan
tentang landasan teori-teori yang berkaitan dengan materi pembahasan dalam
penelitian.
Seluruh materi makalah, skripsi versi lengkap dalam format MS-WORD (*.Doc) BUKAN *.pdf, jadi bisa di edit, Mulai Bab I s/d Bab V dan Daftar Pustaka, bisa anda miliki segera. Semua itu anda bisa dapatkan secara Cuma-Cuma alias GRATISSSSSS. Anda hanya mengganti biaya pengetikan sebesar
Rp. 150.000,- per judul
untuk melakukan pembelian / pemesanan bisa kirim email ke:
warsito.anto233@gmail.com
Harga diatas kami anggap sama dengan jasa pengetikan jika anda menggunakan jasa pengetikan lain. Untuk konten tentu kami berikan GRATISSSSS.
Lakukan transfer jasa pengetikan ke
Bank BRI
No. 0919-01-025894-53-8
a.n. AHMAD TAUFIQ
caranya bagaimana bos..
BalasHapusmakasih banyak bos besok aku trasfer ya....
BalasHapusthanks...
jenis program penggajian nya menggunakan program apa Gan?
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus