Rabu, 22 Mei 2013

TUGAS AKHIR AKUNTANSI D3 SISTEM PENGGAJIAN PADA MTs MUHAMMADIYAH 1 CIPUTAT





SISTEM PENGGAJIAN PADA MTs MUHAMMADIYAH 1
CIPUTAT



Tugas Akhir

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan
Mencapai Gelar Diploma III





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Era reformasi dan dampak persaigan globalisasi mendorong percepatan perubahan perbaikan kinerja aparatur pemerintah. Aparatur pemerintah dituntut bekerja lebih profesional, bermoral, bersih dan beretika dalam mendukung reformasi birokrasi dan menunjang kelancaran tugas pemerintah dan pembangunan. Pemerintah setiap tahun meningkatkan anggaran gaji pegawai dalam anggaran pendapatan dan belanja negara, hal ini merupakan upaya untuk meningkatkan profesionalisme Pegawai Negri Sipil agar dapat menjalankan tugas pelayanan yang lebih responsiv, tepat waktu dan berkualitas. Hal ini dilakukan untuk perbaikan kualitas hidup dan terciptanya sistem kesejahteraan Pegawai Negri Sipil yang dapat mendorong motivasi kerja.
1
 
Menilik sistem penggajian para pekerja di Indonesia ini masih perlu banyak untuk diperbaiki dan ditingkatkan kualitas dan kapasitasnya. Di abad  ini, Indonesia masih saja menerapkan beberapa perbedaan dalam hal nilai dan pembagian besaran gaji yang harus dibayarkan kepada para pekerja setiap saat, dilihat dari segi pekerjaan dan kuantitas serta mutu dari tiap posisi dan pekerjaan itu sendiri. Maksudnya adalah, adanya perbedaan yang mencolok /besar dalam hal-hal yang masih dinilai sensitif untuk dibicarakan dan masih dianggap personal, pribadi serta individu.
Fenomena penggajian tentu saja kerap menjadi sorotan dan perhatian, baik diantara masyarakat luas, maupun di media cetak atau elektronik, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pemerintah dan masyarakat pada umumnya untuk segera melakukan berbagai upaya untuk mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tapi apa yang tejadi? kenyataan memberikan bukti bahwa, situasi yang sama ini selalu berlanjut dari tahun ke tahun, masa ke masa, tanpa ada perubahan yang cukup signifikan untuk memperbaiki dan meningkatkan laju ekonomi dan menekan laju kemiskinan, yang saat ini malahan terlihat lebih cepat dibanding perekonomian dan stabilitas negara.
Pembayaran gaji merupakan faktor pendukung utama dalam peningkatan motivasi kerja pegawai, karena dengan adanya pemberian gaji yang sesuai ketentuan, dibayarkan tepat waktu dan dalam jumlah yang benar sesuai dengan ketentuan, maka semangat kerja pegawai akan meningkat karena adanya kepercayaan bahwa hak – hak pegawai terpenuhi, sehingga mereka merasa tenang dan dapat berkonsentrasi untuk bekerja sebaik mungkin.
Dalam mewujudkan misi dan visi perusahaan maka organisasi dapat memanfaatkan sumber daya manusia yang dimilikinya seoptimal mungkin, supaya dapat memberikan ‘added 21value’ bagi organisasi tersebut. Oleh karena itu untuk mewujudkannya, diperlukan SDM yang terampil dan handal di bidangnya. Salah satu cara untuk mengembangkan sumber daya manusia dalam perusahaan yaitu dengan jalan meningkatkan kompetensi individu karyawan pada perusahaan tersebut. Kata kunci dalam mengembangkan kompetensi karyawan adalah rekayasa perilaku/behaviour engineering tenaga kerja. Rekayasa perilaku mengandung makna tersirat bahwa perilaku dapat diubah dan diperbaiki. Untuk mencapai pengembangan perilaku harus dilakukan secara sadar, yaitu melalui proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sistem. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengembangan sumbert daya manusia adalah usaha meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual dan moral pegawai yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan atau jabatan dalam suatu perusahaan.
Sistem penggajian yang baik juga sangat dibutuhkan oleh setiap Perusahaan. Penggajian merupakan masalah yang komplek, sehingga perusahaan harus menyusun suatu aturan tentang penerapan penggajian yang baik dan benar sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dengan demikian hal ini di harapkan bisa mengurangi resiko kecurangan atau penyelewengan.
Walaupun saat ini telah dibuat sistem peningkatan/kenaikan upah dengan penyetaraan nominal yang diterima di tiap daerah, atau yg dikenal dengan penyetaraan upah minimum regional (UMR) tapi tetap saja, upah pokok/ basic/ dasar untuk suatu nominal yang diterima belum mencukupi standar kebutuhan untuk tiap individu masyarakat pada umumnya. Contohnya adalah UMR suatu daerah, untuk pekerja pabrik yang total besarnya mencapai 700 ribuan (dengan estimasi upah pokok: 500rb, overtime, transport dll: 200rb-an), tetaplah tidak mampu dipakai untuk mencukupi seluruh kebutuhan pekerja tersebut. Terlebih lagi, jika si pekerja itu adalah seorang individu yang telah berkeluarga dan memiliki anak. Dengan estimasi bahwa, harga sembako yang tiap tahun mencapai kenaikan sekian persen, (saat ini juga sedang terjadi kenaikan untuk produk susu di hampir seluruh Indonesia) hal ini tentu saja membuat nilai upah yang diperoleh menjadi tidak cukup karena nilai nominalnya pun menjadi berkurang sedikit demi sedikit. Situasi seperti ini tentu saja tidak hanya mempengaruhi satu faktor upah saja, tapi berimbas juga pada faktor-faktor penting lainnya seperti faktor menurunnya kualitas kesejahteraan individu, imbas ke gizi buruk, tingkat kecerdasan, dan faktor sosial lainnya.
Di sistem penggajian karyawan, kita juga mengenal level atau posisi jabatan. Intinya, semakin tinggi jabatannya, semakin besar juga nominal gaji yang didapatkan. Contohnya, seorang individu dengan level atau jabatan sebagai manager, tentu memiliki gaji berbeda dengan karyawan biasa, dengan jabatan 'hanya karyawan', entah itu di bagian administrasi, umum, atau yang lainnya. Tetap saja dinilai dengan nominal standard saja. Mungkin ada yang lebih, tergantung perusahaan, atau jenis pekerjaannya tapi standar pokoknya biasanya tidak mencapai nilai yang cukup signifikan.
Berbicara tentang gaji, ternyata hal ini tidak hanya di landa para pekerja kelas bawah saja. Kenyataan ini juga terjadi di hampir seluruh lapisan pekerja. Bahkan, yang lebih mengagetkan lagi adalah fakta bahwa para pekerja dengan sebutan "pahlawan tanpa tanda jasa' pun juga hampir seluruhnya mengalami dampak ini selama bertahun-tahun. Faktanya lagi, justru permasalahan ini baru menguak dan terbuka dua tahun belakangan ini. Fenomena ini cukup mengagetkan, karena selama ini masyarakat hanya menyadari dan melihat dari lapisan luarnya saja bahwa pribadi guru adalah pribadi yang cukup menyenangkan, pintar, berideologi tinggi, berpengetahuan luas, tanpa menyadari lapisan paling dalam bahwa setiap manusia (sosok inipun) juga perlu untuk memenuhi kelangsungan kebutuhan hidup mereka sendiri. Fakta bahwa gaji guru swasta yang memiliki pengalaman selama bertahun-tahun pun hanya di hargai dengan nominal tak lebih dari dua juta, dan guru yang termasuk PNS yang malahan lebih rendah dari itu, membuat fenomena ini semakin menyedihkan. Bagaimana mungkin seorang sosok yang dianggap bersahaja, berpengetahuan luas ini hanya dihargai dengan nominal yang bisa dibilang kecil? Padahal faktanya, sosok inilah satu-satunya sosok yang diharapkan dan diandalkan untuk mampu memberikan dan membagi ilmu untuk semua generasi penerus, putra-putri bangsa.
Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa masalah penggajian Pegawai negri atau pegawai swasta merupakan hal yang sangat sensitif dan mempunyai dampak politis yang sangat luas bagi penyelenggaraan pemerintah. Oleh karena itu masalah penggajian memerlukan penanganan yang baik, tertib, dan teratur pada setiap bagian yang terkait, baik dalam bagian kepegawaian sebagai sumber data maupun bagian keuangan dilingkungan kerja yang bersangkutan. Kesalahan dalam melakukan pembayaran gaji pegawai dapat berakibat tuntutan ganti rugi atau perdata oleh pihak – pihak yang dirugikan dalam keadaan tersebut perlu diadakan suatu penanganan yang dapat dijadikan kontrol bagi sistem penggajian pegawai. Salah satunya yaitu dengan dilakukannya pengendalian intern yang baik, sehingga kemungkinan – kemungkinan buruk yang bisa terjadi seperti terjadinya kesalahan, kecurangan, dan penipuan serta penggelapan yang dilakukan pegawai dapat diminimalkan. Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam meminimalkan penyalahgunaan anggaran yang menyebabkan sasaran dan tujuan pembangunan tidak tercapai secara maksimal, dengan gaji yang cukup kepada aparatur Negara dapat mencegah praktek- praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme, dan pelaksanaan peraturan – peraturan yang memberikan sanksi yang tegas terhadap praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Undang – undang dibidang keuangan negara membawa implikasi perlunya sistem pengelolaan keuangan negara yang lebih akuntabel dan transparan.
Walaupun telah diketahui banyak kritikan terhadap berbagai macam sistem penggajian dan perubahaannya dari waktu ke waktu. Tetapi pada saat yang sama sejumlah besar organisasi dan perusahaan baik dari sektor publik maupun swasta berupaya untuk menemukan cara-cara baru guna mengkaitkan secara lebih langsung antara kinerja organisasional, kontribusi individual dan penggajian. Sehingga muncullah istilah-istilah seperti gaji baru, gaji strategis, penggajian berdasar kontribusi dan strategi penghargaan alternatif yang tampil begitu dominan di berbagai buku dan artikel yang menyarankan alternatif-alternatif desain dan administrasi penggajian pegawai (Kanter 1989, dkk). Sementara itu Gaji dan upah merupakan balas jasa yang di berikan perusahaan kepada karyawan besarnya harus sesuai dengan peraturan dan prosedur yang ada. Sistem dan prosedur penggajian dan pengupahan setiap perusahaan memiliki kelebihan dan kekurangan dengan melihat dari pratek serta peristiwa-peristiwa yang sering terjadi, sehingga kemudian dilakukan perbaikanperbaikan baik pada organisasi yang terkait, tugas dan fungsinya bahkan terhadap sistem dan prosedur itu sendiri bila dianggap perlu.
MTs Muhammadiyah 1 Ciputat merupakan salah satu pendididkan yang berbasis islami di Indonesia saat ini juga tengah berbenah dalam rangka memperbaiki kualitas pada sekolahnya. Hal ini dilaksanakan terutama untuk memperbaiki performa dalam sekolah tersebut dalam rangka mempersiapkan diri ke arah yang lebih baik. Aktivitas sekolah ini  dalam sistem penggajian berjalan dengan baik, maka sudah selayaknya sekolah ini melakukan penerapan sistem penggajian yang benar dan keterpaduan dari berbagai fungsi yang terkait, sehingga diharapkan dapat mengatasi adanya resiko kecurangan dan penyelewengan terhadap sistem penggajian. Memperhatikan hal-hal dan permasalahan tersebut di atas maka penyusunan memilih judul “Sistem Penggajian Pada MTs Muhammadiyah 1 Ciputat”. Masalah ini dianggap sangat menarik bagi penyusun untuk mengetahui bagaimana sistem yang sesuai dengan prosedur dari sistem tersebut, sehingga dapat diketahui masing-masing dari sistem dan urutan kegiatan kerjanya.

B.     Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang dan data – data yang diperoleh , maka penulis mengidentifikasi sebagai berikut :
1.      Sistem penghitungan gaji pegawai pada MTs Muhammadiyah 1 Ciputat belum berjalan dengan baik.
2.      Sistem penyetoran gaji pegawai pada MTs Muhammadiyah 1 Ciputat belum sesuai dengan prosedur yang ada.

C.    Pembatasan Masalah   
 Dalam penelitian ini, penulis perlu membatasi masalah, agar permasalahan yang diteliti tidak terlalu meluas, yaitu penelitian hanya difokuskan kepada perhitungan dan penyetoran gaji pegawai pada MTs Muhammadiyah 1 Ciputat.
1.       Pengertian judul
a.       System menurut Azhar Susanto (2007 : 24) adalah kumpulan dari system atau bagian komponen apapun baik phisik atau non phisik yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan bekerja sama secara harmonis untuk tujuan tertentu.
b.       Gaji menurut Arfan Ikhsan (2009 : 155) adalah merupakan pendapatan yang jumlahnya dihitung pertahun, per bulan, per minggu, sedangkan upah merupakan pendapatan yang dihitung berdasarkan tarif perjam.
2.       Penelitian dilakukan di MTs Muhammadiyah 1 Ciputat yang terletak di desa Cimanggis Kecamatan Ciputat Kab Tangerang.
3.       Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 17 september sampai 23 oktober 2012.
4.       Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan cara studi lapangan ke MTs Muhammadiyah 1 Ciputat dan studi keperpustakaan untuk mendapatkan landasan teoritis , sehingga data tersebut dapat digunakan untuk mengadakan pendekatan teoritis terhadap data yang diperoleh dari penelitian.

D.    Rumusan Masalah
Oleh karena itu dirumuskan permasalahan berkenaan dengan penerapan sistem penggajian sebagai berikut :
1.          Bagaimanakah prosedur penghitungan dan penyetoran gaji pegawai yang sedang berjalan pada MTs Muhammadiyah 1 Ciputat ?
2.          Tunjangan-tunjangan apa saja yang di berikan selain gaji pokok ?
3.          Bagaimana penerapan sistem penggajian pada MTs Muhammadiyah 1 Ciputat .
E.     Tujuan Penulisan Tugas Akhir
Tugas akhir merupakan suatu kegiatan penelitian untuk menghasilkan suatu karya ilmiah yang diwajibkan kepada mahasiswa, sebagai salah satu syarat yang harus ditempuh guna mencapai sebutan Ahli Madya (A. Md) pada Program Diploma Akuntansi. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah:
Tujuan dari penyusunan Tugas Akhir ini adalah :
1.      Untuk mengetahui Prosedur perhitungan dan penyetoran gaji yang diterapkan MTs Muhammadiyah 1 Ciputat.
2.      Untuk mendapatkan informasi tentang tunjangan yang diberikan pada guru dan pegawai MTs Muhammadiyah 1 Ciputat.
3.      Untuk mengetahui system penggajian yang sedang berjalan di MTs Muhammadiyah 1 Ciputat.



F.     Manfaat Penulisan Tugas Akhir
Adapun kegunaan pengamatan dalam Tugas Akhir, antara Lain:
1.            Manfaat Praktisi
Bagi MTs Muhammadiyah 1 Ciputat.
Dapat dipakai sebagai salah satu cara dalam melakukan penyempurnaan sistem penggajian yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia dengan pendekatan terhadap kompetensi individu dan aspirasi karyawan.
2.            Manfaat Teoritis
a.       Bagi peneliti.
Sebagai sarana menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan terutama dalam hal mengembangkan sistem penggajian berbasis kompetensi terhadap karyawan.
b.      Bagi lembaga pendidikan
1)      Diharapkan dapat menambah jumlah perbendaharaan perpustakaan.
2)      Sebagai bahan referensi penulisan yang dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada mahasiswa khususnya Universitas Pamulang.
c.       Bagi Pembaca
Penelitian ini diharapkan memberikan informasi tambahan yang berguna bagi pembaca dan dapat memberikan tambahan pemikiran bagi pihak – pihak yang mempunyai permasalahan yang sama atau ingin mengadakan penelitian lebih lanjut.




G.    Sistematika Penulisan Tugas Akhir
Adapun yang menjadi sistematika penulisan laporan Tugas Akhir ini :
BAB I        : PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan tentang latar belakang pengambilan judul, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan tugas akhir, penggunaan penulisan tugas akhir, sistematika penulisan tugas akhir.
BAB II    : TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisi tentang pengertian sistem, pengertian gaji, peranan gaji, fungsi penggajian, tujuan penggajian, dasar hukum, unsure-unsur gaji, potongan-potongan gaji, dan jenis-jenis gaji.
BAB III   : PEMBAHASAN DAN HASIL
Bab ini membahas tentang gambaran secara umum dari perusahaan tempat dilakukannya penelitian, diantaranya membahas tentang sejarah umum MTs Muhammadiyah 1 ciputat, struktur organisasi MTs Muhammadiyah 1 Ciputat, aktivitas , serta visi dan misi MTs Muhammadiyah 1 Ciputat.
BAB IV   : KESIMPULAN DAN SARAN 
Berisi mengenai kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan pada bab sebelumnya, serta saran-saran yang disampaikan oleh penulis dalam hal sistem akuntansi penggajian MTs Muhammadiyah 1 Ciputat yang dilakukan Managemen ini berisikan tentang landasan teori-teori yang berkaitan dengan materi pembahasan dalam penelitian.






Seluruh materi makalah, skripsi versi lengkap dalam format MS-WORD (*.Doc) BUKAN *.pdf, jadi bisa di edit, Mulai Bab I s/d Bab V dan Daftar Pustaka, bisa anda miliki segera. Semua itu anda bisa dapatkan secara Cuma-Cuma alias GRATISSSSSS. Anda hanya mengganti biaya pengetikan sebesar

Rp. 150.000,- per judul
untuk melakukan pembelian / pemesanan bisa kirim email ke:
warsito.anto233@gmail.com

Harga diatas kami anggap sama dengan jasa pengetikan jika anda menggunakan jasa pengetikan lain. Untuk konten tentu kami berikan GRATISSSSS.

Lakukan transfer jasa pengetikan ke

Bank BRI
No. 0919-01-025894-53-8
a.n. AHMAD TAUFIQ















4 komentar:

  1. makasih banyak bos besok aku trasfer ya....
    thanks...

    BalasHapus
  2. jenis program penggajian nya menggunakan program apa Gan?

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus